Selasa, 07 Juni 2011

MENDAKWAHI MANUSIA KE JALAN HIDAYAH (Nasihat Kepada Pemuda Ahlussunnah wal Jamaah) -3

Oleh : Al-Ust. Jafar Soleh

3- Sesungguhnya diantara maksud-maksud yang agung yang dianjurkan oleh Islam adalah memberi hidayah kepada manusia untuk menerima agama ini, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada Ali ketika beliau mengutusnya ke Khaibar ((Ada satu orang yang mendapat hidayah Allah melaluimu itu lebih baik daripada unta merah)). HR Al Bukhari 4210 dan Muslim 2406


Maka wajib atas setiap orang yang dianugrahi Allah kepada sunnah untuk bersungguh-sungguh dalam mendakwahi orang-orang yang menyimpang dari sunnah atau kurang dalam pelaksanaannya, mengajak mereka untuk merealisasikan sunnah. Dan wajib atas mereka untuk mengupayakan semua sebab yang mungkin dalam menyampaikan hidayah kepada manusia dan mendekatkan hati-hati mereka untuk menerima kebenaran. Yaitu dengan bergaul dengan mereka secara lemah-lembut, sebagaimana firman Allah Ta’aala kepada Musa dan Harun ((Pergilah kalian berdua ekpada Fir’aun sesungguhnya dia telah melampaui batas. Katakanlah kepadanya perkataan yang lembut…)) –Thaha: 44-

Dan berbicara kepada mereka dengan panggilan yang sesuai dengan kedudukan mereka.

Dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengirim surat kepada Heraklius dan mengatakan kepadanya ((Kepada Heraklius Pembesar Roma..)) dan memanggil Abdullah bin Ubay dengan kuniah (panggilan) ((Abul Hubab)).

Sebagaimana wajib atas mereka untuk sabar atas kakunya mereka dan membalasnya dengan kebaikan serta tidak tergesa-gesa dalam menilai mereka. Allah Ta’aala berfirman; ((Maka bersabarlah seperti sabarnya para ululazmi (orang-orang yang memiliki keteguhan) dari para rasul dan jangan tergesa-gesa meminta disegerakan azab kepada mereka)) –Al Ahqaf: 35-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar